Kamis, 18 Desember 2014

5 peluang bisnis yang cocok untuk Mahasiswa

5 peluang bisnis yang cocok untuk Mahasiswa

Peluang usaha bagi mahasiswa terbuka lebar di depan mata. Bagi anda yang duduk di bangku kuliah tentunya ingin mendapatkan uang saku tambahan dengan pekerjaan sederhana. Nah, jangan khawatir dengan status anda yang masih mahasiswa karena ada banyak bisnis yang cocok untuk dijalankan. Selain akan mendapatkan uang saku tambahan, anda juga pastinya dapat membuat bangga orang tua dengan hasil usaha anda sendiri dan mendapat pengalaman kerja. Banyak sekali terdapat peluang usaha bagi mahasiswa, khususnya bagi anda yang memang mempunyai bakat bisnis dan akan masuk ke dunia bisnis nantinya. Pelajari teorinya saat kuliah dan aplikasikan ke dunia nyata di saat waktu luang.
Berikut akan dibahas 5 peluang bisnis yang cocok bagi anda para mahasiswa di antara sekian banyak peluang bisnis lainnya.

1. Bisnis pulsa elektrik
Biasanya bisnis ini banyak dipilih sebagian besar mahasiswa. Selain simpel dan mudah untuk
dilakukan, bisnis ini mendatangkan keuntungan yang lumayan jika anda dapat mengelolanya dengan baik. Untung dalam sekali penjualan pulsa berkisar antara 500
sampai 1500 rupiah. Jadi misalnya saja 10 orang teman anda membeli pulsa pada anda, tinggal dikalikan saja dengan untungnya yang hasilnya adalah 5000-10.000
rupiah. Nah, jika anda pandai mengelolanya secara konsisten dan
jangka panjang, dijamin keuntungannya dapat berkali lipat.
2. Bisnis Online shop
Peluang usaha bagi mahasiswa selanjutnya yaitu online shop. Menjual berbagai macam jenis baju seperti kemeja, T-shirt, dan blazer serta celana atau rok dan juga pernak-pernik seperti kacamata, ikat pinggang, gelang, atau ada juga yang menjual aneka sepatu mulai dari jenis sepatu kets sampai flatshoes atau high heels dan sebagainya kepada teman-teman
seperjuangan anda di kampus tampaknya harus anda pertimbangkan sebagai sebuah
bisnis yang cukup menjanjikan.
3. Memberi les privat
Berikan pelajaran tambahan atau yang dikenal sebagai les privat bagi
beberapa orang anak baik SD, SMP, SMA yang tergantung pada
kemampuan anda. Misalnya saja anda kuliah di jurusan eksak atau science, maka anda dapat memberikan pelajaran seperti biologi, kimia atau fisika. Bisa juga anda memberikan pelajaran yang bersifat umum seperti matematika dan bahasa Inggris. Usaha yang satu ini dapat membawa keuntungan ganda bagi anda yang menjalankannya. Keuntungan yang pertama tentu saja usaha ini menambah uang saku anda, sedangkan keuntungan kedua adalah dimana dalam mengajar, anda harus menguasai materi apa yang anda ajarkan. Jadi secara otomatis anda sendiri juga harus belajar bukan?
4. Menjual makanan kecil
Menjual makanan kecil di kampus khususnya di ruang kelas pada saat pergantian mata kuliah dan ada waktu jeda singkat diantaranya seringkali dapat menjadi peluang usaha bagi mahasiswa. Makanan kecil berupa kue, snack, dan air mineral sangat dibutuhkan untuk
mengganjal perut yang lapar ketika mengikuti kuliah. Jadi usaha ini
cukup baik untuk dijalankan apalagi jika kantin kampus letaknya cukup jauh dari ruang kuliah.
5. Jasa pengetikan dan print
Mahasiswa dan kuliah identik dengan berbagai macam tugas
seperti makalah dimana sebagian besar dalam pengerjaannya menggunakan laptop atau komputer. Mungkin ada beberapa orang teman anda yang tidak mempunyai waktu untuk mengetik, maka anda yang khususnya mempunyai keahlian mengetik dapat melihat hal ini
sebagai peluang bisnis. Bukalah suatu jasa pengetikan kecil-kecilan lengkap dengan jasa printnya, lalu promosikan di lingkungan sekitar kampus. Pekerjaan yang tergolong
sederhana. Yang telah disebutkan di atas hanya beberapa dari sekian banyak
peluang usaha bagi mahasiswa. Bagaimana? Apakah anda mulai tertarik untuk menjalaninya? Bisnis ini tentunya tidak akan mengganggu kuliah anda jika pintar membagi waktu. Selain itu anda akan mendapat pengalaman kerja sehingga dapat menjadi pembelajaran setelah lulus nanti. Jadi tunggu apalagi, segera jalankan satu bisnis, kelola dengan tekun dan anda akan mendapatkan hasilnya.


SEMOGA BERMANFAAT

Agar ngampus tak sedekar status

Agar “NGAMPUS” tak Sekadar “STATUS”!

Rubrik: Life Skill | Oleh: Agung Nugroho - 18/12/2014


Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com – “Jangan sekolah apalagi kuliah jika Anda hanya ingin menjadi kaya, tenar, dan hidup mapan”!
Tagline di atas adalah bentuk sindiran terhadap anak-anak bangsa yang bersekolah ataupun mengenyam bangku perkuliahan hanya untuk mendapatkan hidup mapan setelah mereka lulus.
Tak terasa, bangsa ini akan memperingati hari pendidikan nasional. Momentum baik ini sebaiknya sebagai ajang refleksi status kaum intelek yang bernama mahasiswa. Kuliah atau yang biasa disebut “ngampus” bukan lagi masanya untuk mencari jati diri. Mahasiswa bukan lagi orang yang ragu-ragu dalam melangkah. Di masa ini, mahasiswa lebih fokus untuk mengasah life skill mereka sehingga dapat berkontribusi sebaik-baiknya pada masyarakat. Menjadi mahasiswa dalam makna sebenarnya adalah pilihan. Pilihan untuk bermetamorfosa dari dunia SMA menuju dunia kedewasaan dengan pemikirannya yang matang dari segala macam aspek.
Kehidupan kampus sepenuhnya adalah tanggung jawab kita. Bebas menentukan apapun. Tidak ada lagi guru yang mengingatkan ketika belum mengumpulkan tugas. Tidak ada lagi hukuman, berdiri di depan kelas karena tidak memperhatikan pelajaran. Tidak ada lagi pemeriksaan atribut seragam yang kurang lengkap. Namun, menjadi seorang yang bernama “mahasiswa” bukanlah perkara yang mudah. Ada tujuh poin yang harus melekat pada mahasiswa. Ada nilai yang sarat akan karakter mahasiswa yang sesungguhnya, dan yang terpenting agar “ngampus” tak sekadar status!
Mahasiswa idealnya punya visi dan berpandangan visioner. Stephen R Covey (penulis buku motivasi internasional) menyatakan bahwa visi adalah tujuan akhir. Visi membuat hidup semakin bergairah, sebab kita mempunyai target yang jelas untuk kita capai. Mahasiswa yang tak mempunyai visi akan membuat hidupnya berjalan bagaikan air. Hanya mengalir tanpa tujuan dan ambisi yang ingin dicapai. “Let it flow” adalah jurus ampuh ketika mahasiswa tak ingin dibebankan oleh sederet kerja keras dalam meningkatkan kualitas akademik dan segudang amanah dalam berorganisasi. Tidak ingin merasakan sedikit pun ada beban di punggung yang harus di bawa sepanjang perjalanan menuju kesuksesan. Meskipun sukses, namun sukses yang disebabkan oleh kemujuran atau keberuntungan yang bersifat sementara bukanlah petikan buah manis yang dipetik dari pohon perjuangan. Maka dari itu, sebagai seorang mahasiswa yang sesungguhnya, mulailah memiliki visi yang jelas. Buatlah perencanaan hidup agar hidup semakin terarah. Banyak buku yang mengulas mengenai visi. “7 Habits of effective people”, Stephen R Covey dan “I can do it” 9 Cara meraih sukses-nya Stedmen Graham bisa menjadi bahan referensi untuk memaknai kembali pentingnya menancapkan visi bagi mahasiswa ataupun orang lain.
Mahasiswa juga harus memiliki konsep yang jelas. Konsep yang jelas di sini adalah kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri dengan baik. Terkadang kita menganggap diri kita lemah dan memiliki banyak kekurangan. Hal yang paling fatal bagi seorang mahasiswa adalah ketika dia belum mengenal dirinya sendiri. Apa kelebihan dan kekurangannya. Padahal banyak potensi dalam diri yang tanpa disadari dapat melejitkan prestasi-prestasi kita. Bagaimana mungkin kita mengasah kemampuan diri kalau kita saja belum mengenal baik diri kita sendiri. Dengan mengetahui kekurangan kita, kita akan berusaha untuk mengubah kesulitan menjadi tantangan. Rintangan menjadi peluang sehingga setiap detik selalu ada karya tercetak dan tak ada waktu yang terbuang sia-sia.
Mahasiswa tak ragu untuk berimajinasi. Imajinasi bukan hanya untuk anak-anak. Mahasiswa pun perlu berimajinasi. Perbedaan antara imajinasi anak-anak dan mahasiswa adalah proses implikasi dan realisasi imajinasi tersebut. Imajinasi itu diperbolehkan asal imajinasi yang produktif. Tak ada larangan untuk terus menyuburkan imajinasi kita. Dengan adanya imajinasi kita mempunyai gambaran atau bayangan bagaimana kita ke depan.  Jangan remehkan dahsyatnya berimajinasi! Berimajinasi tentunya harus didukung oleh kerja keras nyata demi merealisasikan mimpi-mimpi kita.
Mahasiswa harus punya target yang jelas. Banyak orang yang keliru menginterpretasikan antara target dan visi. Visi adalah rencana kita ke depan secara global dan general. Lain halnya dengan target yang sudah kita uraikan menjadi beberapa spesifikasi. Target harus bersifat realistis. Realistis terhadap kemampuan kita. Target pun harus bertahap. Langkah yang besar diawali dari langkah yang kecil.
Mahasiswa pembelajar atau pengumpul nilai? Mahasiswa pembelajar tidak berorientasi pada nilai, nilai hanyalah sebuah bonus yang didapat setelah kerja keras. Mahasiswa pembelajar mengedepankan ilmu dan usaha untuk mendapatkan ilmu dari pengalaman yang berharga. Berbeda dengan pengumpul nilai yang hanya terpaku pada nilai. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai sempurna, namun aplikasi ilmu nihil. Sehingga lulusannya hanya menambah deretan panjang pengangguran intelektual yang menghambat laju perkembangan Indonesia. Mahasiswa pembelajar adalah mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tidak akan pernah merasa puas, menghargai proses kerja keras dan menganggap setiap tempat adalah sekolah pembelajaran. Itulah mahasiswa pembelajar!
Mahasiswa bukan Penghafal! Sistem pendidikan di hampir seluruh universitas negeri ataupun swasta dimana satu kelas memiliki 40-an lebih mahasiswa membuat suasana tak kondusif untuk belajar. Dosen hanya membaca buku literatur di depan kelas, tanpa menghiraukan keadaan kelas yang hiruk-pikuk. Secara tak langsung, menyuruh mahasiswanya untuk menghafal. Hal ini dibuktikan dengan tidak sependapatnya dosen apabila jawaban ujian esai mahasiswanya berbeda dengan yang tertera di buku-buku referensi. Tak segan-segan dosen memberi nilai kecil ketika kita tidak lagi patuh terhadap bacaan di buku-buku. Semoga dosen seperti ini tak ada di kampus kita.
Mahasiswa aktivis atau “pasivis”Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Waktu kuliah selama 4-5 tahun adalah waktu yang berharga jika dilewatkan begitu saja. Jika kita hanya disibukkan dengan tugas kuliah, hadir kuliah setiap hari rasanya begitu hambar. Banyak keuntungan yang akan kita dapati sebagai seorang aktivis. Mulai dari banyak teman, kenal dengan beberapa jaringan media, mengasah kemampuan berkomunikasi dengan baik, dan memiliki sejuta pengalaman berharga lainnya yang tak dapat dibeli dengan apapun. Pengalaman terlibat di berbagai macam kegiatan kampus akan mengasah ideologi kita, meningkatkan kematangan berfikir, lebih tanggap untuk menangani persoalan. Karena kita tidak disibukkan dengan permasalahan pribadi namun permasalahan organisasi. Akan tampak jelas perbedaan aktivis kampus dan non aktivis ketika terjun langsung ke masyarakat.
Menjadi mahasiswa memang tidak mudah. Kampus notabene adalah sebuah tempat untuk memperluas penanaman nilai dan idealisme, sebuah kampus diharapkan dapat memproduksi generasi “pelurus” bangsa yang berkualitas. Kampus adalah medan dimana kita bebas memilih ideologi, bebas mengeluarkan pendapat, mengasah critical thinking sebagai mahasiswa.  “Ngampus” adalah pilihan. Pilihan apakah kita ingin mewarnai kehidupan kampus dengan segala macam potensi yang membuahkan prestasi, ataupun menjadi mahasiswa yang biasa saja yang memiliki ideologinya tersendiri “study oriented”. Pilihan untuk mendapatkan IP rusak atau memukau. Pilihan untuk mengembangkan diri atau menjatuhkan diri ke lubang “buaya”.  Pilihan untuk sukses pun ada di tangan kita. Kita yang berhak atas masa depan kita.
Memaknai kembali hari pendidikan nasional, tidak hanya berlaku bagi mahasiswa namun juga segenap masyarakat untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Mencetak generasi pemuda yang dapat mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai semasa kuliah adalah tujuan besar dan harapan berbagai pihak. Pasca kampus, mereka dapat mengabdi kepada masyarakat, sekaligus turut serta dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Memajukan bangsa Indonesia di kancah Internasional. Hidup Mahasiswa!


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/22/20602/agar-ngampus-tak-sekadar-status/#ixzz3MEltZ9mP 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Selasa, 16 Desember 2014

Hijaber koq pacaran ??

Hijaber ko pacaran??

Alhamdulillah, sekarang marak kaum hawa berhijab yang tentu saja dengan niat dan tujuan masing-masing. Mulai dari yang muda sampai yang tua, dari yang kaya sampai yang papa, dari selebritis sampai penjual rujak petis, hehee...ya, itu itu sebuah prestasi tersendiri yang patut diacungi jempol. Namun sayang sejuta sayang, tanpa bermaksud mereehkan niat baik mereka yang sudah berhijab, tapi prestasi itu jadi blunder buat islam. Loh koq?? Iya, semangat kaum hawa untuk menutup aurat itu, nggak dibarengi dengan niat yang murni dan tsaqofah yang mumpuni tentang jilbab.


Maaf ini bukan tuduhan, tapi ini bukti bahwa kaum muslimah yang berhijab lebih banyak mengarah ngikuti trend daripada sebuah kewajiban. “ ah jangan su’udzon donk.” Enggak, kita nggak su’udzon, tapi coba mari kita sama-sama belajar bersama apa makna jilbab yang sesungguhnya dan perilaku wanita muslimah seharusnya. Serta satu hal juga yang saya anggapcukup serius kudu dibahas disini, mengenai perilaku hijaber yang masih pacaran. Yuuk mari kita mulai...

Sadarin hijaber
Sekarang ini lagi ngetrand apa yang disebut dengan hijab. Tapi sayang, islam sendiri sudah punya sebutan untuk pakaian wanita ketika keluar rumah yang disebut ‘ hijab’ dan ‘khimar (kerudung)’. Sementara makna ‘hijab’ itu sendiri dalam bahasa arab artinya ‘penutup’. Makna ‘hijab’ atau ‘penutup’ itu salah satunya bisa diambil dalam QS. Al Ahzab 53 : “ Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”
Kata hijab yang lain dalam Al Qur’an pada surat Al A’raaf ayat 46, Al Israa’ ayat 45, Maryam ayat 17, Al Ahzab ayat 53, Shaad ayat 32, Fushshilat ayat 5, Asysyuura ayat 51 dan Al Muthaffifiin ayat 15. Semuanya memiliki makna tabir atau suatu penghalang sehingga tidak bisa tampak oleh penglihatan. Artinya semua bermakna konkret sebagai tabir, kecuali di Surat 38 ayat 23 dan Surat 41 ayat 5, yang bersifat kiasan.
Kalau yang dimaksud hijab oleh para pemrakarsa dan pemakai hijab adalah pakaian wanita muslimah diluar rumah, maka itu adalah jilbab dan kerudung. Tapi perlu dipahami bahwa tidak semua hijab adalah jilbab. Atau dengan bahasa lain, tidak semua penutup itu adalah jilbab. Seorang wanita muslimah, bisa saja menutupi dirinya pake daun atau tanah, tapi tentu saja itu bukan jilbab. Atau bahkan menutupinya dengan kain, tapi tidak sesuai syarat-syarat sebagai pakaian wanita muslimah diluar rumah, maka itu pun tidak disebut jilbab.
Nah, makanya disini penting banget nyadarin para hijaber. Karena berangkat dari pemahaman yang keliru tentang hijab, yang hanya dimaknai penutup (tubuh), maka akhirnya wanita muslimah, seenaknya aja menutupi tubuhnya. Bahkan bisa dibilang akibat salah pikir tentang hijab, maka hijab lebih diarahkan ke fashionable, trend mode.
Berikut ini coba kita kupas beberapa hal yang disangkanya sudah berjilbab padahal hanya hijab (penutup) tubuh aja yang dipakai :

  1. Kerudung punuk unta
Ini juga yang lagi trend di kalangan remaja dan ibu-ibu. Mungkin karena rambutnya panjang, lalu diikat dan disanggul, baru ditutupin kerudung sehingga mirip punuk unta di bagian belakang. Padahal secara khusus, Rasulullah saw sudah mengingatkan nggak boleh berpakaian seperti itu. “ ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat : [1] suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. “ (HR. Muslim).

Peringatan dari Rasulullah saw diatas harusnya dicamkan kaum hawa yang berkerudung punuk onta. Sebab dengan berpunuk onta ria, yang ada bukan menjalankan perintah tapi malahan membikin dosa. Maka wahai hijaber, jika yang kau inginkan ketaatan bukan pamer kecantikan, harusnya kau mengindahkan larangan Rasulullah tentang berhijab punuk onta.

  1. Legging atau kaos ketat
Kekeliruan yang juga masih sering dilakukan kaum hijaber adalah menggunakan legging atau kaos ketat. Kenapa disebut keliru? Karena salah satu syarat pakaian wanita di luar rumah tidak boleh ketat alias harus longgar. Jilbab itu seperti diterangkan dalam surah Al Ahzab 59 yakni baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah.
Nah, sementara legging sudah pasti ketat dan putusan. Bahkan memang legging itu di desain untuk ketat sehingga kalau dipakai seorang muslimah dipadupadankan dengan atasan, entah itu jilbab atau pakaian kaos, jelas itu malah menonjolkan aurat. Maksudnya mau menutup aurat, yang ada malah memamerkan aurat. Kalau memang mau pake legging atau kaos, maka pakaian seperti itu hanya boleh digunakan sebagai pakaian dalam, pakaian luarnya tetap jilbab/ gamis dan kerudung.

  1. Kebaya (tipis, tembus pandang)
Pakaian kebaya ini biasanya dipakai pas ada hajatan nikahan, utamanya di jawa. Kebaya itu pakaian adat yang disambung-sambungin dengan jilbab. Jadi biar gak ketinggalan adat sekaligus mode dan penginnya menutup aurat, maka kebaya yang ketat itu, ditambahin kerudung. Harapannya, dengan ditambahin kerudung, biar kelihatan ciri islamnya. Tapi malahan yang begitu itu menunjukkan pamakainya, (maaf) kurang paham islam, terutama soal pakaian wanita diluar rumah. Sebab, ciri kebaya itu tipis, terawang dan juga ketat, persis kayak yang dipakai pengantin wanita. Kalo kebaya dengan cri seperi itu, maka tentu saja nggak memenuhi syarat sebagai pakaian luar seorang muslimah.

  1. Kerudung selendang
Kayak gimana tuh kerudung selendang? Ini sebenernya bukan trend tapi kayaknya sudah kebiasaan. Kerudung jenis ini biasanya dipakai hanya untuk formalitas aja. Jadi kerudung jenis ini lebih pas disebut selendang. Ya, biasanya memang selendang nggak selebar kerudung, sehingga dipakai seadanya aja, dipakai untuk menutupi sebagian rambutnya. Kalo yang kayak begitu jelas tidak memenuhi syarat sebagai kerudung (khimar) sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nur 31. /Apalagi kalo dengan kerudung yang kayak gitu, trus bawahan atau pakaiannya ketat atau malah setengah badan, peuh, itu mah parah pisan euy.

  1. Kerpus keong (apa sih namanya?)
Model apalagi ini kerpus keong? Bisa dibilang kalau model ini dipakai kaum hawa, kemungkinan pemakainya tidak paham syariat berpakaian wanita muslimah di luar rumah. Kerpus itu semacam topi (daleman) yang dipakai untuk merapikan rambut. Tapi seiring waktu, karena ketidakpahaman tadi, akhirnya kerpus itu dibiarkan begitu saja dipakai tanpa ada kain (kerudung) lagi di atasnya. Parahnya, kalau yang begitu itu sudah dianggap menutup aurat dan memenuhi syarat penutup aurat. Waduh tobat.

  1. Jilbab lengan pendek.
Pakaian jenis ini juga banyak dikenakan kaum muslimah. Entah karen nggak tau atau memang sengaja mengenakan yang kayak gitu. Biasanya dipakai untuk sekedar formalitas karena aturan perusahaan, tempat dia bekerja. Pakaiannya sih biasa, atasannya sudah bener di tutup pake kerudung tapi bajunya itu lengannya nggak sampe pergelangan tangan, cuman sampe siku aja. Nah, yang begitu jelas nggak bisa disebut sebagai jilbab dan menutup aurat. Karena sebagaimana disampaiakan dalam hadist bahwa aurat wanita itu seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
          Well, itu beberapa kekeliruan kaum muslimah, hijaber yang sempet terekam dalam benak saya. Mungkin, masih banyak kekeliruan yang lain yang dilakukan kaum muslimah dalam menutup auratnya. Tapi bukan bermaksud mengolok olok muslimah yang sudah berhijab, hanya saja kita punya kewajiban untuk saling nasehat menasehati dalam kebaikan, tul nggak?
          Ada  mispersepsi bahwa busana muslimah yang penting udah menutup aurat,masalah mode, potongan atau pake celana panjang itu nggak masalah. Dalam masalah pakaian wanita, harus dibedakan pakaian wanita di dalam dan di luar rumah.
Banyak wanita mungkin sudah sadar bahwa aurat mereka harus ditutup. Tapi karena ngikutin mode, akhirnya malah salah kaprah tutup aurat. Ada yang tutup aurat sekedar biar keliatan cantik. Sekedar ngikutin kecantikan, nggak ada niat sama sekali untuk ibadah kepada Allaah.
Ada yang tutup aurat sekedar menutup kepala dan rambut. Ditambah bajunya ketat, lengan pendek, celana legging. Ini menutup aurat yang salah. Ada yang tutup aurat karena tuntutan keadaan atau aturan di sekolah, kantor. Bukan karena kesadaran dan niat. Ini perlu restropeksi niat.
Ada yang tutup aurat karena ngikuti mode yang lagi tren yang dipake para artis. Karena hanya mode, maka boleh buka-tutup seenaknya. Ini salah besar. Ada yang tutup aurat karena alasan manfaat. Untuk menarik penggemar, fan, popularitas, tuntutan skenario. Ini nggak terhitung niat ibadah.
Tren kesadaran menutup aurat ini ditangkap oleh para kapitalis pasar sebagai pasar yang menggiurkan. Lalu terciptalh hijab-hijab fashionable yang seringkali tidak syar’i. Bahkan akhirnya banyak pula para hijaber yang terjerat dalam exploitasi kecantikan.
Seorang wanita yang mengenakan celana panjang atau baju potongan memang telah menutupi aurat. Namun tidak berarti kemudian pakaian itu boleh dipakai di hadapan laki-laki yang bukan mahram, karena dengan pakaian itu ia telah menampakkan keindahan tubuhnya (tabarruj). Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan keindahan tubuh kepada laki-laki asing/ non mahram (izh-haruz ziinah wal mahasin lil ajaanib) (An-Nabhani, 1990 : 104)
Aurat wanita seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Lehernya, rambutnya adalah aurat bagi bukan mahram meskipun Cuma selembar rambut. Semua aurat itu wajib ditutupi. “ dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur 31)
Untuk pakaian di luar rumah, maka wanita disamping menggunakan pakaian dalam, dia juga harus mengenakan jilbab dan kerudung. Jilbab disyaratkan harus terjulur sampai kebawah menutup kedua kaki.

Yuuk, benerin niat berjilbabnya ^_^
          Ini mungkin perkara sepele dua pele, soal niat. Tapi kalo ternyata niat kita berjilbab salah, maka bisa berakibat berjilbab kita nggak dihitung ibadah oleh Allaah. Bukan su’udzon tapi kalo emang kamu sampe sekarang berjilbab karena Cuma ikut-ikutan or emang nggak paham bahwa sebenernya jilbab itu wajib buat perempuan. Termasuk yang ngerasa udah tahu tentang hukum berjilbab tapi sementara prakteknya nol gede. Maka kayak gitu jangan diterusin deh, coz selain nggak dapet nilai plus dihadapan Allaah SWT, akibat lanjutannya adalah kamu bisa jadi lupa kalo kamu berjilbab. Sehingga aktivitas kamu seenaknya, bahkan cenderung nglanggar hukum syari’at, salah satunya pacaran.
Sebab ini terkait juga dengan pola pandang masyarakat. Masyarakat kita kalo ngeliat cewek berjilbab tapi tingkah lakunya nggak islami, misalnya pacaran. Bergaul bebas dengan lawan jenis, dan sejenisnya, maka masyarakat cenderung mengkaitkan dengan jilbab yang dipakai si cewek tersebut. Akhirnya, masyarakat khususnya kaum perempuan jadi punya dalil begini ‘ itu si anu berjilbab tapi tingkah lakunya nggak karuan. mending nggak berjilbab tapi tingkah lakunya masih sopan. Islami’ begitulah kira-kira yang mereka ucapkan.
          Padahal dua hal itu (jilbab dan pacaran) nggak ada kaitan langsung. Sebab berjilbab bagi seorang perempuan yang sudah baligh ketika keluar rumah adalah wajib, sedangkan bertingkah polah sopan bin islami juga merupakan tuntutan yang kudu dilakuin oleh siapa saja, nggak peduli dia berjilbab atau enggak. So, keduanya kewajiban berbeda tapi sama-sama mengandung tuntutan untuk dilakuin oleh kita. Alasan kamu untuk ngejadikan fakta cewek berjilbab tapi tingkah lakunya nggak islami, sebagai dalih kamu nggak berjilbab. Kayaknya udah ketahuan belangnya bahwa itu cuman alasan yang terlalu dicari-cari.
          Trus gimana donk? Gini sobat, kita tentu gembira dengan prestasi sebagian dari kamu yang getol mensyiarkan islam, salah satunya dengan jilbab yang kamu pake. Itu sudah kemajuan tersendiri di tengah haru-birunya budaya barat yang meracuni pemikiran dan gaya hidup anak muda seusia kamu. artinya semangat kamu yang menyala-nyala untuk mendakwahkan islam harus didukung dengan tsaqofah islam yang tinggi. Dengan kata lain, jangan cuman semangat doank. Tapi harus ada isi nya supaya nggak diledekin seperti peribahasa tong kosong nyaring bunyinya.
          Semangat kamu untuk memakai jilbab, harus didukung pula dengankajian islam yang benar. Pastikan bahwa kamu berjilbab bukan cuman ikut-ikutan atau karena latah mengikuti mode yang berkembang tapi sebagai sebuah kewajiban bagi seorang muslimah.
          Ada sedikit krisis nih, mungkin kita belajar dari kisah ini. Rini adalah aktivis pengajian di sekolahnya, dara cantik ini tambah anggun ketika dia memilih pakaian sehari-hari ketika keluar rumah adalah kerudung dan jilbab sesuai tuntutan syariat. Sementara temen Rini namanya Krisda-bukan nama sebenernya—yang satu kelas ama dia. Waktu sanlat ramadhan kemaren juga berusaha pake kerudung, maunya sih tampil islami tapi kok malah ngeledek islam. Maksudnya??? Ya, gimana nggak fren, Krisda emang sih pake kerudung tapi sayang kerudung yang harusnya dibiarkan menutupi dada malah dililitkan di leher, yang orang sering menyebutya kerudung gaul. Itu namanya ngeledek islam sebab menurut syariat islam yang jelasin tentang kerudung (QS. An Nur 31) bahwa kain kerudung itu diulurkan untuk menutupi dada, bukannya diiket ke belakang (nutupi rambut) sehingga lehernya kelihatan.
          Analoginya begini. Kalo misalnya ada becak yang beroda tiga, ama mobil yang beroda empat, kemudian kita mengatakan bahwa dua benda itu sama? Jelas nggak sama khan?? Baik dari jenisnya, modelnya, ban nya dll. hampir bisa dipastikan, kalo Krisda adalah kebalikan dari Rini, meski pakaian yang nempel sama yakni jilbab dan kerudung. Jlbab dan kerudung bisa dipake siapa saja. Orang yahudi ataupun nasrani pun bisa aja pake jilbab. Nah, mau nggak sih hanya karena jilbab kamu disamakan dengan mereka. Tuh kan mau nggak?
          Aneh memang tapi itulah teman-teman kita. Mereka nggak ngeh ama syariat islam, nggak paham tsaqofah islam. Yang mereka lihat itulah disimpulkan sebagai simbol islam. Dan buat yang pake jilbab sendiri harusnya ngerti, kalo aksesoris jlbab identik dengan orang yang ngerti islam. Bukan berarti untuk pake jilbab harus ngerti dan paham islam dulu tapi paling nggak sebelum memakainya, kudu ngerti donk apa itu jilbab dan kerudung yang bener menurut kriteria syariat islam (QS. Al Ahzab 59 dan An Nur 31).
          Waktu udah mantep pake jilbab maka tingkah laku kita, omongan kita dijaga, sebab itu cerminan dari jilbab yang kita pake. Bayangin aja, kalo misal jilbabnya udah ok tapi doi masih suka gaul bebas dengan anak cowok, entar khan bisa berabe? Nanti yang disalahin jilbabnya bukan yang pake jilbab. Jilbab dari dulu ya begitu aja, dia hanya benda nggak disalahin, kalo mau nyalahin ya orang yang memanfaatkan benda itu.
          Then, nggak matching donk, kalo ada temen cewek yang ogah pake jilbab beralasan nunggu baek dulu tingkah lakunya atau nggak mau pake jilbab gara-gara tahu yang pake jilbab aja suka ngomongin orang, akhirnya muncul dalih, “mendingan kita nggak pake jilbab dan jga nggak suka ngerumpi”. Idiih si neng, berbuat dosa koq bangga!
          Jadi ketika kamu cewek yang rela tidak berbikini ria layaknya kontestan puteri kecantikan tapi malah enjoy dengan jilbab, pastikan bahwa nilai islam itu juga mampu memenuhi pikiran dan perilaku. Soalnya, malu dong kalo ternyata kamu berjilbab Cuma untuk jual tampang doank. Apalagi islam tak sampai menyentuh sikap dan perilaku kamu. bahaya bin gawat. Bukan apa-apa, nanti jika kamu terjebak dalam pergaulan bebas, misalkan. Temen-temen kamu yang masih umum berkomentar menyakitkan. Tak mustahil bila mereka memukul rata alias mengeneralisir sikap kamu itu untuk semua yang pakai jilbab. Berabe khan?? Maka, mulai sekarang isi juga tuh kepala kamu dengan tsaqofah islam. Supaya pemikiran dan perilakunya juga islami.

Hijaber koq pacaran?
“Emang kalo selain hijaber boleh pacaran?” ya tetap nggak boleh. Tapi kalau pelaku pacaran itu hijaber, sekali lagi pukulannya akan lebih keras. Dan naga-naganya, masyarakat akan mengkaitkan prilaku hijaber itu dengan islam. Makanya, hijaber yang pacaran itu mencitraburukkan islam.
          Ya, ini memang berawal dari niatnya berjilbab dulu seperti yang sudah dibahas diatas. Apakah niat berjilbabnya karena ngikutin perintah Allaah dan pengen taat kepada Allaah. Sementara niat berjilbabnya akan jadi lebih mantap jika didukung dengan pemahaman islam baik tentang jilbab itu sendiri maupun tentang pemahaman islam yang lain termasuk dalam hal ini pergaulan dengan lawan jenis.
          Banyak teman yang sering saya temui di forum pengajian, training ataupun sejenisnya, mereka masih menganggap pacaran itu boleh, asal aman-aman saja apalagi kalo bisa jaga diri plus kalo ternyata anak pengajian. Wacaaw!
          Anak pengajian juga mansia, pasti butuh cinta. Ya, bener anak pengajian juga manusia. Punya hati, punya rasa. Juga, tentu punya rasa suka dan bisa jatuh cinta. Huhuy! Justru kalo anak manusia nggak pernah bisa merasa jatuh cinta terkategori nggak normal atau jangan-jangan bukan makhluk hidup. He..he..hee! ya iyalah kalo masih merasa manusia sih ya pasti punya rasa cinta. Hewan aja punya kok selama masih hidup. Tapi tentu manusia punya aturan dalam mengekspresikan cintanya. Ada syariat yang harus ditaati. Bedanya, kalo hewan nggak ada syariat yang harus mereka taati. Betul apa benar?
          Oya sobat, untuk ngebahas tentang pacaran,kayaknya sobat muslim perlu saya kasih saran untuk ngebaca buku judunya “ Buku Hitam Pacaran”. Di buku itu gamblang banget tentang keburukan pacaran. Nah, kesempatan kali ini, saya mau fokus ngebahas tentang fenomena kaum wadon berjilbab tapi nekad pacaran. Semoga kamu yang ngebaca tulisan ini yang kebetulan kamu berjilbab plus pacaran, saya doakan semoga bebarengan dengan hidayah Allaah. Aamiin.
          Saya bukan mau ngulang ngebahas pacaran dari sisi gelapnya tapi kali ini saya mau mengaitkannya dengan pacaran yang dilakukan oleh para kaum hijaber, berpeci alias kaum aktivis kerohanian islam. Sekali lagi bukan punya niatan mau menjelekkan saudara-saudari kita yang aktif di pengajian tapi mau ngingetin, kalo sampe para aktivis pengajian yang berjilbab dan menurut pemahaman masyarakat, doi ngerti tentang agama, maka akibatnya bisa berabe. Masyarakat pasti akan bilang “ tuh liat...yang ngaji aja pacaran...apalgi kita..masa’ dilarang pacaran”. Celotehan itu akan mampir ke kita dan tentu saja itu dijadikan dalih buat masyarakat untuk melegalkan pacaran. Maka dari itu, sebelum terlanjur kecebur maksiat lebih dalem, mending simak dulu penjelasan berikut ini.
          Gini sobat muslim, jangan sewot bin sebel dulu, kalo islam ngelarang pacaran, sebab yang ngelarang itu bukan ustadz, kyai atau para dai tapi Allaah SWT sebagai Dzat yang Menciptakan dan Maha Mengetahui akan ciptaan-Nya (lihat Al Isra 32). Perlu kamu ketahui fren, bedakan antara pacaran dengan jatuh cinta. Kalo pacaran jelas keharamannya tapi kalo jatuh cinta jelas beda dengan pacaran karena tidak semua orang yang jatuh cinta akhirnya pacaran atau harus pacaran. Tul nggak?
          Nah, yang namanya jatuh cinta bisa menghinggapi siapa saja termasuk para hijaber, aktivis dan sejenisnya. Nggak percaya ya, kalo jatuh cinta bisa juga menghinggapi para aktivis rohis? Aktivis khan juga manusia, pasti donk kejatuhan tangga...eee..hh...maksudnya cinta. Ya, karena emang manusia punya naluri untuk mencintai dan dicintai : “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak...” (QS. Ali Imraan : 14).
          Sehingga jatuh cinta dalam pandangan islam nggak ada yang ngelarang alias boleh-boleh aja. Cuman nanti yang jadi problem kalo orang sudah jatuh cinta, mau dibawa kemana cinta itu atau cinta kepada siapa, bagaimana mengekspresikan dan seterusnya. Itulah nanti yang jadi pangkal pembahasan. Persis analoginya seprti manusia butuh makan. Khan islam gak akan mempersoalkan kenapa manusia butuh makan? Tapi islam akan bertanya alias mengatur apa yang dimakan, gimana cara makan dan dimana mencari makan, de el el.
          Sobat, karena hijaber juga manusia, pastinya juga punya rasa suka dan rasa cinta. Meskipun dalam mengekspresikannya agak sedikit beda ama anak muda ummunya. Kalo anak muda umumnya langsung kenalan, terus janjian dan jadian deh dalam ikatan bernama pacaran. Tapi kalo anak hijaber, rohis?? Untuk pacaran secara terang-terangan kayaknya jarang ada. Mungkin mereka malu. Tapi kalo yang dikamuflase dengan ‘pacaran islami’ kayaknya banyak deh. Jangan protes dulu donk. Karena ini fakta, ternyata yang ngaji tapi pacarannya minta ampun kuatnya, juga ada. Ini kasuistik, khusus berlaku yang ngajinya kurang ikhlas. Satu sisi dia pengen dapat pahala ngaji, tapi disisi lain malu donk kalau gacoannya ikut ngaji sementara dia ngorok di rumah. Malu juga donk kalo ceweknya berjilbab dan aktivis pengajian kemudian nggak bisa ngimbangi beraktivitas islami juga.
          Sobat muslim, jangan heran or jangan kaget, sebab siapapun orangnya termasuk anak ngaji ataupun hijaber bisa tumbuh dalam dirinya rasa cinta, rasa sayang, juga pengen memilikibegitu ngelihat lawan jenisnya. Apalagi kalo udah ngeliat sang cewek berjilbab, seakan-akan dibenaknya udah ada pikiran “ wah pas banget dengan selera “. Pikirnya, kalo si cewek udah pake jilbab-padahal jilbab dan kerudungnya belum tentu syar’i juga-kayaknya nggak perlu susah-susah mendidik calon isteri biar sholehah nantinya.
          Padahal kalo dipikir-pikir, belum tentu lho wanita yang diliriknya itu nanti mau dijadikan calon isterinya. Maksudnya, kalo mereka masih seumuran anak SMP atau SMA, apa iya mereka udah mikir tentang married? Belum tentu khan?? Bahkan, kalo imam kamu nggak kuat-kuat amat, bisa-bisa kecemplung melakoni aktivitas pacaran layaknya mereka yang masih awam dengan ajaran islam. Celaka dua blas euy!
          “ trus gymana baiknya?” nah, bagus deh kalo pertanyaannya udah kayak gitu. Gini sobat ya. Cinta itu ibarat jelangkung. Datang nggak di jemput, pulang pun nggak diantar. Suka tiba-tiba aja datangnya. Udah gitu nggak mengenal status lagi. Mau do’i pelajar, guru, tokoh masyarakat, anak ngaji, hijaber, ulama dan bahkan kepala negara. Cinta bakalan tumbuh di dada mereka.
          Cuman masalahnya, saat cinta mulai bersemi, jarang ada yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran donk kalo sampek ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran? Wah, hijaber kok pacaran? Malu atuh !
          Bukan hanya malu tapi juga dosa. Bukan berarti dosanya lebih gede atau bertingkat karena yang ngelakuin anak pengajian alias hijaber. Bukan, cuman aja bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang dianggap tahu dan paham agama lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian (anak rohis) atau hijaber yang pacaran, orang disekeliling mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Masyarakat pasti ngedumel “ uuhh....anak pengajian kok pacaran.” Apalagi kalo sampe MBA alis married by accident. Uuhh...nau’udzubillah min dzalik.
          Nah, kalau udah tahu jatuh cinta itu wajar, maka yang diperlukan sekarang adalah kita harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Karena potensi jatuh cinta yang salah di kalangan muda-mudi adalah ketika pergaulan atau interaksi lawan jenis tidak terkontrol dengan baik dan benar sesuai syari’at islam.


Berhijab tapi kok pacaran?
itu pertanyaannya sama kayak 'muslim kok gapake kerudung / muslim kok pakaiannya ga sesuai syariat islam?' lah, namanya masih belajar ya. lagi proses masih banyak salahnya, masih sering tergoda. tapi ya namanya proses belajar, insya Allah menuju ke yang baik-baik. lebih baik lagi belajar ada salahnya jadi tau mana yang harus diperbaiki daripada enggak salah sama sekali terus sekalinya salah malah jadi salah terus *opini saya sih*. yaa doain ajaah non, besok-besok ga pacaran, langsung seret aja ke KUA J J J


semoga bermanfaat

Tips untuk jadi remaja Islam yang oke dalam dakwah

ISLAM ITU MENARIK
2
ISLAM ITU SUCI
3
ISLAM ITU OKE
4
ISLAM ITU ALHAMDULILLAH
5

POSTED BY agung nugroho 



Seorang remaja mempunyai andil besar bagi perubahan lingkungannya. Kader adalah aset yang sangat berharga untuk lembaga dakwah, karena kaderlah yang akan menggerakkan dan mengembangkan dakwah yang ada. Ia pun mampu membawa teman-temannya agar sadar dan mengenal Islam. Sudah saatnya remaja peduli bahwa siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat kalau bukan kita? Dulu ketika SK jilbab belum keluar, remaja juga yang bergerak dan berjuang. Itu hanya salah satu contoh. Sekarang pun di saat kesadaran berislam sudah tinggi, saatnya remaja berperan untuk membuat masyarakat rindu Islam kaafah yaitu dengan diterapkannya syariah Islam dalam naungan Khilafah.


Ketika ada teman yang gak sholat, pacaran aja kegiatannya, dugem, dan banyak aktifitas maksiat lainnya, siapa yang bisa menyadarkan mereka? Bukan para kiai, bukan para guru, bukan pula para dai tua yang seringkali tak paham dengan karakter remaja. Jadi yang paling efektif menyadarkan mereka adalah teman-temannya sendiri yaitu kita sebagai generasi muda.
Jangan panik dulu. Jangan merasa berat dengan tugas sebagai remaja muslim yang kamu emban. Di bawah ini ada beberapa tips agar kamu jadi remaja yang oke dalam berdakwah di lingkungan kamu. Simak baik-baik ya:



1. Niat
Dari awal, niatkan semua usaha kamu karena Allah semata. Jangan sampai ada niat untuk sombong dan merasa benar sendiri. Juga jangan sampai ada kesan menggurui dan menganggap bodoh teman yang sedang kamu dakwahi. Petunjuk itu dari Allah. Lakukan upaya maksimal dalam menyadarkan teman dan jangan lupa berdoa untuknya agar segera kembali ke jalan yang benar. Karena sungguh, tidak ada yang mampu memberi jalan bila sudah disesatkan oleh Allah dan tak ada yang mampu menyesatkan bila sudah diberi petunjuk oleh-Nya. Jadi jangan lupa berdoa ya.
2. Lakukan apa yang kamu katakan
Ngomong gampang, tapi melakukannya itu yang butuh upaya lebih. Kalo kamu Cuma bisa ngomong tanpa melakukan apa yang kamu omongkan, maka orang lain terutama teman-temanmu tak akan percaya padamu lagi. Misal nih, kamu bilang pacaran haram dan dosa tapi kamu sendiri malah suka mojok berduaan dengan lawan jenis. Sama juga bo’ong kalo gini caranya. Selain dosa karena kamu berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram), kamu juga dosa karena bisa ngomong tapi gak bisa melakukan omonganmu dengan konsisten. Dobel dosa tuh. Jangan sampai ini terjadi loh.
3. Gunakan Qur’an dan Hadits
Dalam berdakwah, gunakan Qur’an dan hadits sebagai acuan, bukan kata si A dan si B atau bahkan kata nenek moyang. Banyak baca buku-buku keislaman dan pahamilah wawasan keislaman itu sendiri. Jangan sampai kamu menyampaikan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Jadikan sirah (sejarah) Rasulullah dalam berdakwah sebagai panduan kamu ketika berdakwah di lingkungan teman-temanmu.
Harus kita tau, Rasulullah oke banget loh dalam menyampaikan dakwah di semua kalangan termasuk juga para remaja dan pemuda. Salah satunya adalah ketika ada seorang pemuda yang mendatangi Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasul, saya ingin masuk Islam tapi saya masih hobi berzina.” Apa jawab Rasulullah? Bukannya marah tapi beliau dengan tenang menjawab, “ Kamu punya ibu? Punya saudara perempuan? Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudaramu yang perempuan dizina-i oleh laki-laki?” Sejak saat itu, pemuda tersebut langsung bertaubat, masuk Islam dan tidak pernah lagi melakukan zina.
4. Berbicaralah pada orang lain seakan-akan baru mengenalnya
Maksudnya adalah jangan berusaha sok tahu tentang seseorang hanya dengan melihatnya sekilas saja. Berbicaralah dengan ramah dan penuh perhatian sehingga orang yang akan didakwahi merasa nyaman dan kemudian percaya. Jangan terkecoh dengan penampilan. Misalnya saja seorang yang mengaku dirinya muslimah tapi pakaiannya selalu ketat dan mengumbar aurat. Jangan langsung berpikiran sok tahu yang negative bahwa dia itu pastilah seseorang yg pembangkang dan durhaka karena tidak menutup aurat. Kenalilah kepribadiannya lebih jauh.
Karena bisa jadi ia berpakaian seperti itu bukan karena ingin membangkang perintah Allah tapi benar-benar tidak tahu batasan aurat perempuan dalam Islam. Atau mungkin salah seorang teman kamu yang tak pernah sholat Jumat. Kenalilah dirinya lebih jauh dan jangan langsung berprasangka buruk. Ada banyak laki-laki yang tidak sholat Jumat karena keluarganya tidak pernah mengajarinya dan ia pun tidak tahu hukumnya. Jadi , tugas kamu nih untuk mendekati orang-orang semacam ini untuk memberikan pencerahan bagi kehidupannya sebagai seorang muslim yang baik.
5. Tersenyumlah
Tahukah kamu bahwa Rasulullah SAW itu suka sekali tersenyum loh. Tapi anehnya banyak para dai yang sukanya malah pasang tampang serius dan cemberut daripada tersenyum. Nah, kamu jangan ikut-ikutan yang model begini yah.
Tersenyum, berperilaku sopan dan baik adalah sikap Rasulullah yang harus kita amalkan seharui-hari. Jika kita ingin orang lain dekat dan menerima dakwah kita maka usahakan kita bersikap ramah pada mereka. Tersenyum adalah salah satu kunci dari keramahan ini.
Yang patut diingat adalah tersenyum disini konteksnya adalah ramah secara umum dan tidak bermaksud tebar pesona pada lawan jenis. Bagaimana pun Islam mempunyai aturan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Bukan karena alasan dakwah trus seenaknya saja berdua-duaan dengan lawan jenis, misalnya. Nah, agar tidak timbul fitnah, usahakan berdakwah fokus pada sesame jenis. Cowok yang berdakwah ke kalangan cowok. Begitu juga cewek dakwahnya juga ke lingkungan cewek saja.
6. Bersikap aktif dan berbaur
Langkah awal bagi keberhasilan dakwah adalah bersikap aktif dan berbaur dengan objek dakwah. Sering-sering ngobrol dengan mereka yang ingin kamu dakwahi. Bisa juga kamu mengundang mereka untuk buka puasa bersama saat Ramadhan atau kajian remaja yang kamu kemas dengan santai. Jadikan mereka percaya bahwa kamu adalah tempat yang asyik untuk curhat, berbagi cerita baik suka maupun duka. Mengerjakan PR bareng, menenangkan di kala mereka gundah, atau sekedar menjadi teman yang baik ketika mereka butuh curhat dan diskusi. Dan yang utama, kamu harus bisa menjaga rahasia karena mereka sudah percaya sama kamu. Tapi bila keadaan berubah menjadi serius dan berbahaya, misalnya saja ada yang berniat bunuh diri karena frustasi menghadapi masalahnya, maka jangan segan-segan menghubungi orang yang lebih dewasa untuk menyikapi masalah ini.
7. Tunjukkan Islam itu sesuai untuk semua kalangan
Sering remaja menganggap bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa pendapat ini salah. Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu berasal dari Allah yang tentu saja sesuai dengan zaman apa pun dan bagi siapa pun termasuk remaja juga. Yakinkan mereka bahwa Allah begitu dekat bahkan melebihi urat nadi kita sendiri. Allah juga Mahamelihat dan mendengar. Allah tempat meminta dan tumpuan semua keluh kesah dan gundah kita. Tunjukkan juga bahwa Islam itu sesuai dan cocok untuk remaja. Islam mempunyai semua jawaban yang diinginkan remaja tentang pencarian jati diri yang tidak semua agama bisa menjawabnya.
8. Libatkan mereka dalam kegiatan social
Ajak para remaja itu untuk terlibat dalam kegiatan social. Misalnya saja dengan mengadakan baksos di daerah-daerah miskin agar mereka lebih menghargai sesama dan pandai bersyukur. Atau bisa juga mengajak mereka dalam sebuah kepanitiaan atau peserta seminar Islam untuk remaja. Keterlibatan seperti ini membuat mereka menjadi bagian dari umat dan merasa berharga. Jangan lupa setelahnya kamu harus berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan untuk sesama.
9. Tanyakan 4 pertanyaan mendasar
Ketika pertemanan semakin erat, topic yang dibahas biasanya juga mengarah semakin serius. Kamu bisa mendiskusikan tentang cita-cita dan rencana mereka di masa depan. Ada 4 pertanyaan yang bisa mengarahkan topic agar remaja lebih mengenal Allah dan Islam:
1) kemanakah aku setelah kehidupan ini berakhir
2) apa yang membuat aku bahagia
3) Kepada siapakah aku seharusnya berterima kasih dan bersyukur
4) apakah saya bisa sukses tanpa bantuan orang lain
10. Tekankan sholat wajib 5 kali sehari sebelum kewajiban lainnya
Hubungan dengan Allah secara pribadi itu ada pada kewajiban sholat 5 waktu. Jangan memberikan banyak materi lain lebih dulu sebelum kesadaran untuk sholat wajib 5 waktu bisa terlaksana dengan baik. Tekankah bahwa dengan sholat saja hubungan dengan Allah terjalin secara langsung tanpa perantara. Hanya Allah saja tempat bersandar jika manusia menghadapi masalah. Sholat adalah saat yang tepat untuk meminta pertolonganNya. Jika mungkin, usahakan untuk sholat berjamaah ketika kamu sedang ngobrol santai dengan mereka. Ketika sholat ini sudah dijalankan dengan konsisten, maka hal-hal lain akan lebih mudah untuk diingatkan misalnya saja tidak boleh memaki, patuh pada orang tua dan cara berpakain yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.
11. Bantulah mereka untuk mempercayai orang dewasa
Biasanya remaja memandang orang dewasa dengan pandangan miring seolah-olah dunia mereka benar-benar berbeda. Orang dewasa dianggap tidak pernah memahami dunia remaja dan anak muda dengan tepat. Nah, dalam hal ini kamu kudu berperan untuk menumbuhkan rasa percaya pada remaja terhadap orang dewasa. Misalnya saja dengan memuji seorang penceramah yang kena di hati remaja, para aktivis yang peduli dengan dakwah demi kebangkitan umat dan lain-lain. Memang sih, merubah sudut pandang mereka tidak bisa dengan mudah tapi paling tidak mereka nantinya bisa memahami pendapat orang tua di rumah.
12. Jangan pergi ketika mereka sedang down
Ingat, ketika seseorang sudah mulai mau menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan teratur, tidak berarti urusan sudah selesai. Akan ada ujian dan cobaan dalam hidup yang kadang bisa membuat futur/down atau lemah iman seseorang. Ada kalanya mereka mempertanyakan lagi keadilan Tuhan akan jalan hidup sulit yang mereka tempuh. Jangan putus asa apalagi tega meninggalkan mereka. Dampingilah para remaja ini untuk kembali menemukan jati diri keislaman mereka.
Jangan sampai ketika kita berdakwah, melakukan suatu kegiatan di kampus, pemberi materinya kita, panitianya kita, dan para pesertanya pun kita semua. Marilah kita belaku professional dalam berdakwah sehingga kita dapat menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi ini.
Allah menyaksikan apa yang terlintas pada setiap lubuk hati para Aktifis Dakwah Kampus. Maha suci Engkau Ya Allah, dengan memuji Engkau, aku bersaksi tiada Ilah kecuali Engkau. Aku mohon ampun kepada Mu dan aku bertaubat kepada-Mu
Semoga beberapa tips di atas bisa kita jadikan alat untuk mendekati teman-teman kita dalam berdakwah. Dan yang utama, jangan lupa meminta pada Allah untuk dimudahkan langkah juga lisan dalam menyampaikan kebenaran. Semoga Allah selalu menyertai kita.
(Media Rabbani/berbagai sumber)


semoga bermanfaat :-)