Selasa, 16 Desember 2014

sejarah dan profil Persib Bandung

Persib Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persib Bandung
Star full.svg
Logo Persib
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola
Indonesia Bandung
JulukanMaung Bandung
Pangeran Biru
Didirikan14 Maret 1933
StadionGelora Bandung Lautan Api
BandungIndonesia
(Kapasitas: 38.000)
Direktur JendralBendera Indonesia Glenn Sugita
ManajerBendera Indonesia Umuh Muchtar
PelatihBendera Indonesia Djajang Nurjaman
LigaLiga Super Indonesia
Posisi 2014ke-1, Liga Super Indonesia
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterViking Persib Club, Bobotoh
Kostum kandang
Kostum tandang
Soccerball current event.svg Musim ini
Persib yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah salah satu tim sepak bola Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depantribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan JatinegaraJakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. AlexaRd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 196119861990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 195019591966,1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama sepertiRisnandar SoendoroNandar IskandarAdeng HudayaHeri KiswantoAjat SudrajatYusuf BachtiarDadang KurniaRobby DarwisBudimanNur'alimYaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Stadion dan Mess[sunting | sunting sumber]

Stadion si Jalak Harupat (bird eye)
Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakaiStadion Siliwangi.
Pada Liga Super Indonesia 2008, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak HarupatSoreangKabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir musim kompetisi.
Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.
Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.
Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

[sunting | sunting sumber]

  • PT Daya Adira Mustika (Honda Dealer) (2009/2010 — 2012/2013)
  • PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) (Evalube) (2009/2010 — 2011/2012)
  • PT Indosat Tbk. (Indosat IM3) (2012/2013)
  • PT Harum Energy Tbk (Coal Mining Company) (2011/2012)
  • PT Multistrada Arah Sarana, Tbk. (MASA) (Corsa Tire) (2009/2010 & 2011/2012)
  • PT Surya Eka Perkasa (2011/2012)
  • Kopi ABC
  • Achilles Radial
  • PT Pos Indonesia
  • Bank BJB
  • Extra Joss
  • OctaFX

Apparel[sunting | sunting sumber]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatamadan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Nasional[sunting | sunting sumber]

Liga[sunting | sunting sumber]

Perserikatan
Juara (5): 19371961198619901994
Runner-up (8) : 1933193419361950195919601982/19831984/1985
Juara (1): 1994–95

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 1995, Juara Liga Indonesia
  • Tahun 1996, Penyisihan Grup C, Peringkat 3 Divisi Barat
  • Tahun 1997, Penyisihan Grup B, Peringkat 1 Divisi Tengah
  • Tahun 1998, Semifinalis
  • Tahun 1999, Peringkat 3 Grup B, Wilayah Barat
  • Tahun 2000, Peringkat 8 Wilayah Barat
  • Tahun 2001, 8 Besar Liga Indonesia, Peringkat 3 Divisi Barat
  • Tahun 2002, Peringkat 8 Wilayah Barat
  • Tahun 2003, Peringkat 16 Liga Bank Mandiri
  • Tahun 2004, Peringkat 6 Liga Bank Mandiri
  • Tahun 2005, Peringkat 5 Wilayah Satu
  • Tahun 2006, Peringkat 12 Wilayah Satu
  • Tahun 2007, Peringkat 5 Wilayah Barat, Juara Turnamen Paruh Musim "Laga Bintang" Liga Djarum melawan Peringkat 1 Wilayah Timur

Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

Persib Bandung & Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Liga Indonesia
  • Juara (2): 19952014
  • Runner-Up (0):

Piala Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Piala Indonesia
  • Juara (0):
  • Runner-Up (0):

Turnamen Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Persija Cup
  • Juara (1): 1991
  • Kang Dada Cup
  • Juara (1): 2008
  • Celebes Cup
  • Juara (1): 2012
  • Jusuf Cup
  • Juara (1): 1979
  • Juara Cup
  • Juara (1): 1957

Internasional[sunting | sunting sumber]

  • Pesta Sukan (Sultan Brunei Cup)
  • Juara (1): 1986
  • Liga Champions Asia
  • Perempatfinal (1): 1995

Skuat[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pemain Persib di Indonesia Super League 2014
No.PosisiPemainNegara
78KiperI Made Wirawan     Indonesia
3BekVladimir Vujović     Montenegro
6BekTony Sucipto     Indonesia
7GelandangAtep     Indonesia
8GelandangMuhammad Taufiq     Indonesia
10GelandangMakan Konaté     Mali
17PenyerangRudiana     Indonesia
12KiperShahar Ginanjar     Indonesia
13BekMuhammad Agung Pribadi     Indonesia
15GelandangFirman Utina     Indonesia
16BekAchmad Jufriyanto     Indonesia
18BekJajang Sukmara     Indonesia
19PenyerangSigit Hermawan     Indonesia
22BekSupardi Nasir     Indonesia
23GelandangMuhammad Ridwan     Indonesia
24GelandangHariono     Indonesia
28BekAbdul Rahman Sulaeman     Indonesia
1KiperM. Natshir Fadhil Mahbuby     Indonesia
82PenyerangTantan     Indonesia
GelandangDias Angga Putra     Indonesia
11GelandangDedi Kusnandar     Indonesia

Transfer 2014-2015[sunting | sunting sumber]

Masuk[sunting | sunting sumber]

Keluar[sunting | sunting sumber]

Staff kepelatihan[sunting | sunting sumber]

PosisiNama
ManajerH. Umuh Muchtar
Assisten manajerDeddy Firmansyah
Direktur TeknikIndra Tohir
Pelatih UtamaDjajang Nurjaman
Asisten PelatihSutiono Lamso, Asep Somantri
Pelatih KiperAnwar Sanusi
Pelatih FisikDino Sefriyanto
Pelatih U-21Mustika Hadi
Manajer U-18Edi Djukardi
Pelatih U-18Asep Sumantri
Manajer U-15Sigit Iskandar
Pelatih U-15Anggi Prasetya
Dokter TimMohammad Raffi Ghani

Kepengurusan[sunting | sunting sumber]

Badan hukum[sunting | sunting sumber]

PT Persib Bandung Bermartabat
PosisiNama
Direktur JendralGlenn Sagita
ManajerH. Umuh Muchtar
Assistant manajerDeddy Firmansyah
Direktur KeuanganMerdi Hazizi
Direktur Marketing dan DevelopmentVeby Permadi
Direktur PengembanganAri D. Sutedi
Komisaris UtamaZainuri Hasyim
KomisarisKuswara S. Taryono
Wakil Komisaris UtamaPieter Tanuri

Suporter[sunting | sunting sumber]

Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan dari ibu kota provinsi Jawa Barat. Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga IndonesiaBobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib ClubBomber (Bobotoh Maung Bersatu), Flowers City Casuals, Ultras Persib. Suporter Persib memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija JakartaThe Jakmania. Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka. Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim. Pada tanggal 22 Juni 2013, ketika Persib akan melakoni pertandingan tandang melawan Persija Jakarta di SUGBK, tiba-tiba Bus yang mengangkut rombongan pemain dan Official diserang oleh oknum yang diduga adalah supporter lawan (The Jakmania) dan serangan itu adalah efek dari serangan suporter persib kepada pemain dan official persija pada pertandingan sebelumnya. Sampai pada akhirnya pertandingan "El Classico" Indonesia tersebut ditunda sampai tanggal 28 Agustus 2013.

Daftar pelatih dan pemain asing[sunting | sunting sumber]

Pelatih Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pelatih Persib sejak musim kompetisi 1994/1995:
TahunPelatih
1994/1995Bendera Indonesia Indra Thohir
1995/1996Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
1996/1997Bendera Indonesia Nandar Iskandar
1997/1998Bendera Indonesia Nandar Iskandar
1998/1999Bendera Indonesia M. Suryamin
1999/2000Bendera Indonesia M. Suryamin
Bendera Indonesia Indra Thohir
2000/2001Bendera Indonesia Indra Thohir
2001/2002Bendera Indonesia Deny Syamsudin
2003/2004Bendera Polandia Marek Andrzej Sledzianowski
Bendera Indonesia Bambang Sukowiyono & Iwan Sunarya (caretaker)
Bendera Chili Juan Antonio Paez
2004/2005Bendera Chili Juan Antonio Paez
2005/2006Bendera Indonesia Indra Thohir
2006/2007Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
Bendera Indonesia Djadjang Nurdjaman & Dedi Sutendi (caretaker)
Bendera Moldova Arcan Iurie Anatolievichi
2007/2008Bendera Moldova Arcan Iurie Anatolievichi
Bendera Indonesia Djajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008/2009Bendera Indonesia Jaya Hartono
2009/2010Bendera Indonesia Jaya Hartono
Bendera Indonesia Robby Darwis(caretaker)
2010/2011Bendera Perancis Daniel Darko Jankovic
Bendera Serbia Jovo Cuckovic
Bendera Indonesia Daniel Roekito
2011/2012Bendera Kroasia Drago Mamic
Bendera Indonesia Robby Darwis (caretaker)
2012/-Bendera Indonesia Djajang Nurjaman

Daftar pemain legendaris[sunting | sunting sumber]

Daftar pemain asing[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pemain asing yang pernah bermain untuk Persib. Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Persib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar